Jumlah Sperma Pria Vegetarian Lebih Rendah

Selama ini kebanyakan orang percaya bahwa kaum vegetarian jauh lebih sehat ketimbang non-vegetarian. Namun sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat, belum lama ini menunjukkan fakta tentang efek samping pola makan vegetarian pada kualitas sperma pada pria antipemakan daging.

Dikutip dari Foodbeast, dalam sebuah eksperimen yang dilakukan para peneliti di Loma Linda University, sebanyak 443 pria pemakan daging dan 31orang vegetarian, dimonitor selama empat tahun dari 2009 - 2013. Awalnya mereka berasumsi sperma pria vegetarian akan jauh lebih sehat, namun hasil yang didapat malah berbeda.
"Kami menemukan fakta bahwa diet atau pola makan, mampu memengaruhi kualitas sperma secara signifikan. Kaum vegetarian diasosiasikan dengan jumlah sperma yang lebih sedikit dibanding pria non-vegetarian," ucap pemimpin studi, Eliza Orzylowska.

Ia melanjutkan, meski demikian, bukan berarti pria vegetarian tidak subur. Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah sperma memainkan peranan penting, terutama pagi pasangan yang ingin memiliki keturunan.

Pada sebuah studi, juga ditemukan bahwa pria vegetarian memiliki konsentrasi sperma 30 persen lebih rendah, yakni 50 juta per milimeter dibandingkan sperma pria pemakan daging, yang konsentrasinya 70 juta per milimeter. Selain itu, sperma mereka juga lebih lemah dalam hal pergerakan. Untuk vegetarian, sperma aktifnya hanya hanya 30 persen, sedangkan pria non-vegetarian aktif 60 persen.
Faktor kacang kedelai                                                              
Menurut para peneliti, hal tersebut terjadi karena konsumsi kacang kedelai yang tinggi. Sebuah studi yang dilakukan tiga tahun lalu, menunjukkan data bahwa kacang kedelai menurunkan jumlah sperma karena kandungan phyto-esterogennya tinggi. Kandungan ini hampir menyerupai hormon pada wanita yang mencegah produksi sperma.

"Untuk anak-anak remaja yang beranjak dewasa dan memilih untuk menjadi vegetarian, hal itu mungkin berdampak pada kualitas sperma sejak masa puberitas," ujar Orzylowska.
Ia juga mengatakan, sulit untuk memberi tahu seseorang untuk tidak menjadi vegetarian, saat mereka sedang berusaha memiliki keturunan. "Namun, saya akan memeringatkan untuk tidak mengkonsumsi kacang kedelai, setidaknya 74 hari, waktu di mana sperma berganti yang baru," tambahnya
Kurang Vitamin B12
Penjelasan lainnya, hal ini terjadi karena kurangnya asupan vitamin B12 pada vegetarian. Padahal vitamin ini penting, untuk membantu menghancurkan esterogen yang secara tidak langsung, membantu menjaga jumlah sperma yang tinggi. Vitamin B12 sendiri, banyak ditemukan di daging sapi serta ikan.

Sebagai informasi, sebuah studi yang dilakukan di Harvard dan dipublikasi oleh American Society for Reproductive Medicine, menemukan fakta bahwa pestisida juga dapat menjadi faktor dalam penurunan kesuburan pria. Dalam studi tersebut, para ahli meneliti sperma yang didapat dari 155 pria di Massachusetts General Hospital, dari tahun 2007 - 2012 dan mengukur berapa banyak jumlah buah-buahan yang mereka konsumsi.
Mereka lalu menemukan datam bahwa pria yang mengkonsumsi makanan yang umumnya merupakan buah dan sayuran yang mengandung residu pestisida tinggi, memiliki sperma aktif 70 persen lebih kecil, dan 64 persen sperma berbentuk normal yang lebih sedikit, jika dibanding pria yang mengkonsumsi buah dan sayur bebas pestisida.
Comments
0 Comments

No comments: