Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts

RUP (RATIONAL UNIFIED PROCESS)

Rational Unified Process
RUP, singkatan dari Rational Unified Process, adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBMsejak2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sejarah
RUP merupakan produk proses perangkat lunak yang awalnya dikembangkan oleh Rational Software. Rational Software diakuisisi oleh IBM pada Februari 2003. Produk ini memuat basis-pengetahuan yang bertautan dengan artefak sederhana disertai deskripsi detail dari beragam aktivitas. RUP dimasukkan dalam produk IBM Rational Method Composer (RM C) yang memungkinkan untuk kustomisasi proses.Dengan mengombinasikan pengalaman dari banyak perusahaan, dihasilkan enam praktik terbaik untuk rekayasa perangkat lunak modern:
1.Pengembangan iteratif, dengan risiko sebagai pemicu iterasi primer
2.Kelola persyaratan
3.Terapkan arsitektur yang berbasis komponen
4.Visualisasikan model perangkat lunak
5.Secara kontinyu, verifikasi kualitas
6.Kendalikan perubahan

Tahapan-Tahapan RUP

Empat Fasa Siklus Proyek
Pada RUP didefinisikan terdapat empat fasa siklus proyek. Fasa-fasa ini memungkinkan untuk disajikan dalam bentuk umum mirip dengan pendekatan air terjun, walaupun esensi kunci dari proses terdapat dalam iterasi dalam setiap fasenya. Setiap fase memiliki sebuah objektif kunci dan titik pencapaian akhir yang menandakan ketercapaian objektif. Visualisasi dari fase RUP berikut dengan sumbu waktu dinamakan sebagai grafik RUP.
Fasa Insepsi
Objektif primer adalah untuk membatasi sistem dengan cukup sebagai dasar untuk memvalidasibiaya awal dan penganggaran. Pada fasa ini, ditentukan kasus bisnis yaitu: konteks bisnis, faktor sukses (perkiraan pendapatan, pengenalan ke pasar, dll.), dan perkiraan finansial. Sebagai pelengkap kasus bisnis adalah model penggunaan, perencaan proyek, penilaian risiko tahap awal, dan deskripsi proyekdisusun.
Fasa Elaborasi
Objektif primer adalah untuk memitigasi risiko kunci yang diidentifikasi dari analisis hingga akhir fase. Fasa elaborasi merupakan fase saat proyek mulai terlihat bentuknya. Pada fase ini, masalah analisis domain dibuat dan arsitektur proyek mulai mendapatkan bentuk dasarnya.
Fasa Konstruksi
Objektif primer adalah untuk membangun sistemperangkat lunak. Fase ini fokus pada pengembangan komponen dan fitur lain dari sistem. Pada fase inilah saat banyak dilakukan pengkodean. Pada proyek yang lebih besar, beberapa iterasi konstruksi dikembangkan sebagai usaha untuk memecah kasus penggunaan menjadi segmen terkelola yang menunjukkan purwarupa.
Fasa Transisi
Objektif primer adalah sebagai perantara sistem dari pengembangan ke produksi, yang tersedia untuk pengguna akhir. Aktivitas dalam fase ini termasuk pelatihan kepada pengguna akhir dan pengelola sistem dan pengujian beta untuk memvalidasi terhadap harapan pengguna akhhir.

Kelebihan dari RUP
·                Menyediakan akses yang mudah terhadap pengetahuan dasar bagi anggota tim.
·                Menyediakan petunjuk bagaimana menggunakan UML secara efektif.
·                Mendukung proses pengulangan dalam pengembangan software.
·                Memungkinkan adanya penambahan-penambahan pada proses.
·                Memungkinkan untuk secara sistematis mengontrol perubahan- perubahan yang terjadi pada software selama proses pengembangannya.

Kekurangan dari RUP
·                Metodologi ini hanya dapat digunakan pada pengembangan perangkat lunak yang berorientasi objek dengan berfokus pada UML(Unified Modeling Language).
·                Membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan XP dan Scrum.

MAKALAH PENYAKIT SIFILIS

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Sifilis  merupakan  penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang menyebar cukup mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit  sifilis tidak bisa diabaikan, karena merupakan penyakit berat yang bila tidak terawat dapat menyerang hampir semua alat tubuh, seperti kerusakan sistem saraf, jantung, tulang, dan otak. Selain itu wanita hamil yang menderitasifilis dapat juga menularkan penyakitnya ke janin sehingga menyebabkan sifilis congenital yang bisa menyebabkan  penyakit bawaan dan kematian. Bahkan pada sifilis stadium lanjutter dapat suatu lubang (gumma) yang bisa timbul di langit-langit mulut. Maka  istilah untuk penyakit ini yaitu
“ raja singa” sangat tepat karena keganasannya.

I.2 Tujuan

 Tujuan penulisan ini untuk melengkapi tugas di stase gigi dan mulut pada kepanitraan klinik senior di RSUD Waled Cirebon. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan  dan  pemahaman tentang manifestasi klinik dari SIFILIS terhadap kesehatan gigidan mulut.
 I.3 Batasan Masalah
Sifilis merupakan  penyakit hubungan seksual (PHS) yang dapat menimbulkan komplikasi yang luas. Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum
, sangat  kronis  dan bersifat sistemik. Pada perjalanannya dapat menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dan dapat ditularkan dari ibu ke janin. Oleh sebab itu Makalah ini akan membahas tentang penyakit sifilis dan berbagai contoh komplikasinya. Seperti Gumma
merupakan salah satu dari kelainan pada mulut yang merupakan salah satu manifestasi dari penderita penyakit Sifilis stadium lanjut.

BAB II ISI

II.1 Definisi Sifilis

Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri
Treponema pallidum , sangat kronis dan bersifat sistemik. Pada perjalanannya dapat  menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dan dapat  ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan  genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama  masa  kehamilan. Jadi Anda tidak  dapat  tertular oleh sifilis dari handuk, pegangan pintu atau tempat duduk WC.

II.2 Sinonim

Menurut  sejarahnya terdapat  banyak sinonim sifilis yang tidak lazim dipakai. Sinonim yang umum ialah lues venereal atau biasanya disebut  lues saja. Dalam istilah Indonesia di sebut raja singa.

II.3 Epidemiologi

Asal  penyakit  ini tidak  jelas. Sebelum tahun 1492 belum dikenal di Eropa. Ada yang menganggap  penyakit  ini berasal dari penduduk  indian yang di bawa  oleh anak buah Columbus waktu mereka kembali ke Spanyol  pada tahun 1492. Pada tahun 1494 terjadi epidemi di Napoli. Pad abad ke -18 baru diketahui bahwa penularan sifilis dan gonore disebabkan oleh senggama dan keduanya dianggap disebabkan oleh infeksi yang sama.Pada abad ke-15 terjadi wabah di Eropa, sesudah tahun 1860 morbilitas sifiis di Eropa menurun cepat, mungkin karena perbaikan sosio ekonomi. Selama Perang Dunia kedua insidensnya meningkat dan mencapai puncaknya  pada tahun 1946, kemudian  makin menurun. Insidens sifilis di berbagai negeri di seluruh dunia pada tahun 1996 berkisar antara 0,04-0,52%. Insidens yang  terendah di Cina, sedangkan yang  tertinggi di Amerika Selatan. Di Indonesia insidensnya 0,61%.Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum perkembangan tes serologikal, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut “Peniru Besar” karena sering dikira penyakit lainnya. Data yang dilansir Departemen Kesehatan menunjukkan penderita sifilis mencapai  5.000 – 10.000 kasus per tahun. Sementara di Cina, laporan menunjukkan jumlah kasus yang dilaporkan naik dari 0,2 per 100.000 jiwa pada tahun 1993 menjadi 5,7 kasus per100.000 jiwa pada tahun 2005. Di Amerika Serikat, dilaporkan sekitar 36.000 kasus sifilis tiap tahunnya, dan angka sebenarnya diperkiran lebih tinggi. Sekitar tiga per lima kasus terjadi kepada lelaki.
II.4 Etiologi
Pada tahun 1905 penyebab sifilis ditemukan oleh Schaudinn dan Hoffman ialah
Treponema pallidum  yang termasuk dlam ordo Spirochaetales, familia Spirochaetaceae, dan genus Treponema.
Bentuknya sebagai spiral teratur, panjangnya antara 6,15um, lebar 0,15um,terdiri atas delapan sampai dua puluh empat lekukan. Gerakannya  berupa rotasi sepanjang aksis dan maju seperti gerakan pembuka botol. Membiak secara pembelahan melintang, pada stadium aktif terjadi setiap 30 jam. Pembiakan pada umumnya tidak dapat dilakukan di luar badan. Di luar badan kuman tersebut cepat mati, sedangkan dalam darah untuk transfusi dapat hidup 72 jam.
II.5 Klasifikasi
Klasifikasi menurut  WHO berdasarkan faktor epidemiologi :

Sifilis dini

Sifilis lanjut

II.6 Patogenesis

A.Stadium dini Pada sifilis yang didapat  T.pallidum

masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi atau selaput lendir, biasanya melalui senggama. Kuman tersebut membiak, jaringan bereaksi dengan membentuk infiltrat yang terdiri atas sel-sel limfosit dan sel-sel plasma, terutama di perivaskuler, pembuluh-pembuluh darah kecil berproliferasi dikelilingi oleh
T.pallidum dan sel-sel radang. Treponema tersebut terletak diantara endotelium kapiler dan jaringan perivaskuler di sekitarnya. Kehilangan pendarahan akan menyebabkan erosi, pada pemeriksaan klinis tampak sebagai SI. Sebelum SI terlihat, kuman telah mencapi kelenjar getah bening regional secara limfogen dan membiak. Pada saat itu terjadi pula penjalaran hematogen dan menyebar ke semua jaringan di badan, tetapi manifestasinya akan tampak kemudian. Multifikasi ini diikuti oleh reaksi jaringan sebagai SII, yang terjadi 6-8 minggu sesudah SI.SI akan sembuh perlahan-lahan karena kuman di tempat tersebut jumlahnya berkurang, kemudian terbentuklah fibroblas-fibroblas dan akhirnya sembuh berupa sikatriks, SII juga mangalami regresi perlahan-lahan dan lalu menghilang.Tibalah stadium laten yang tidak disertai gejala, meskipun infeksi yang aktif masih terdapat. Sebagai contoh pada stadium ini seorang ibu dapat melahirkan bayi dengan sifillis kongenita.Kadang-kadang proses imunitas gagal mengontrol infeksi sehingga T,pallidum membiak lagi pada tempat SI dan menimbulkan lesi rekuren atau kuman tersebut menyebar melalui jaringan menyebabkan reaksi serupa dengan lesi rekuren SII, yang terakhir ini lebih sering terjadi daripada yang terdahulu. Lesi menular tersebut dapat berulang-ulang, tetapi pada umumnya tidak melebihi dua tahun. Sifilis tersebut terdapat pada penderita dengan daya tahan tubuh yang rendah.
B.Sifilis Lanjut

Stadium laten dapat berlangsung bertahun-tahun, rupanya treponema dalam keadaandorman. Meskipun demikian antibodi tetap ada dalam serum penderita.Keseimbangan antara treponema dan jaringan dapat sekonyong-konyong berubah,sebabnya belum jelas, mungkin trauma merupakan salah satu faktor presipitasi. Pada saat itu muncullah SIII berbentuk 
gumma. Meskipun pada gumma tersebut tidak dapat ditemukan T.pallidum, reaksinya hebat karena bersifat destruktif dan berlangsung bertahun-tahun. Setelah mengalami masa laten yang bervariasi gumma tersebut timbul di tempat-tempat lain.Treponema mencapai sistem kardiovaskulerdan sistem syaraf pada waktu dini, tetapikerusakan terjadi perlahan-lahan sehingga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menimbulkan gejala klinis. Penderita dengan gumma biasanya tidak mendapat gangguan syaraf dan kardiovaskuler, demikian pula sebaiknya. Kira-kira 2/3 kasus dengan stadium laten tidak memberi gejala.

II.7.1 Sifilis Akuisita (Didapat)

A. Sifilis Dini 1.Sifilis Primer (SI)Masa tunas biasanya dua sampai empat minggu (2-4 minggu).
T.pallidum masuk ke dalam selaput lendir atau  kulit yang telah mengalami lesi/mikrolesisecara langsung, biasanya melalui senggama. Treponema tersebut  akan berkembang biak kemudian terjadi penyebaran secara limfogen dan hematogen.Kelainan kulit di mulai sebagai papul lentikuler yang permukaannya segeramenjadi erosi, umumnya kemudian menjadi ulkus. Ulkus tersebut biasanyabulat, soliter, dasarnya ialah jaringan granulasi berwarna merah dan bersih ,diatasnya hanya tampak serum. Dindingnya tak bergaung, kulit di sekitarnya tidak menunjukkan tanda-tanda radang akut. Yang  khas ialah ulkus tersebut indolen dan teraba indurasi karena itu disebut ulkus durum. Kelainan tersebut dinamakan afek primer dan umumnya berlokasi pada genitalia eksterna. Pada pria tempat yang sering dikenai ialah sulkus koronius, sedangkan pada wanita di labia minor dan mayor. Selain juga dapat di ekstragenital, misalnya di lidah,tonsil, dan anus.Afek primer tersebut sembuh sendiri antara tiga sampai sepuluh minggu. Seminggu setelah afek primer, biasanya terdapat  pembesaran  kelenjar getah bening regional di inguinalis medialis. Keseluruhannya disebut kompleks primer. Kelenjar tersebut soliter, indolen tidak lunak, besarnya biasanya lentikuler, tidak supuratif. Kulit diatasnya tidak menandakan tanda-tandaradang akut. Istilah sifilis d’emblee dipakai, jika tidak terdapat efek primer. Kuman masuk ke jaringan yang lebih dalam, misalnya pada transffusi darah atau suntikan.


gambar.1. Ulkus durum pada lidah gambar. 2. Ulkus durum sulcus coronarius
2. Sifilis sekunder (SII)Biasanya SII timbul setelah 6-8 minggu sejak SI dan sejumlah 1/3 kasus masih disertai SI. Lama SII dapat sampai sembilan bulan. Berbeda dengan SI yang tanpa disertai gejala konstitusi, pada SII dapat disertai  gejala tersebut yang terjadi sebelum atau selama SII. Gejalanya umumnya  tidak berat, berupa anoreksia, turunnya berat badan, malese, nyeri kepala, demam yang tidak tinggi, dan atralgia. Kelainan kulit dapat menyerupai berbagai penyakit kulit sehingga disebut thegreat imitator. Selain pada kulit SII juga dapat menyebabkan kelainan pada mukosa, kelenjar getah bening, mata , hepar, tulang, dan syaraf. Kelainan kulit yang membasah (eksudatif) pada  SII  sangat  menular, kelainan yang kering kurang menular. Kondiloma lata dan plaque muqueuses ialah bentuk yang sangat menular.Gejala yang penting untuk membedakan dengan  penyakit kulit yang lain ialah Kelainan kulit pada SII umumnya tidak gatal, sering disertai limfadenitis generalisata, pada SII dini kelainan kulit juga terjadi pada telapak tangan dan kaki.Antara SII dini dan SII lanjut terdapat  perbedaan. Pada SII dini kelainan kulit generalisata, simetrik, dan lebih cepat hilang (beberapa hari hinggga beberapa minggu ). Pada SII lanjut tidak generali satu lagi, melainkan setempat-setempat, tidak  simetris dan lebih lama bertahan (beberapa minggu hingga beberapa bulan).

II.8 Pemeriksaan untuk Diagnosa

      1. Pemeriksaan Treponema pallidum

•Pemeriksaan - mikroskop lapangan gelap melihat pergerakkan Treponema
 •Pewarnaan Burri (tinta hitam) tidak adanya  pergerakan Treponema T. pallidum telah mati kuman berwarna jernih dikelilingi oleh lapangan yang berwarna hitam.2. Serologi Tes sifilis (STS)
•STS penting untuk diagnosis dan pengamatan hasil pengobatan.Prinsip pemeriksaan STS mendeteksi bermacam antibodi yang berlainan akibat infeksi T. pallidum Klasifikasi STS
•Tes Non Treponema : kardiolipin, lesitin dankolesterol
•Tes Treponema : Treponema pallidum hidup / mati / fraksi Treponema pallidum
 •Ketepatan hasil STS dinilai berdasarkan :
–        Sensitivitas : % individu yang terinfeksi yang memberi hasil positif 
–        Spesifivitas : % individu yang tidak infeksi yang memberikan hasil negatif

 Tes Non Treponema

• Hasil STS non Treponema menjadi negatif (-) dalam 3 – 8 bln setelah pengobatan adekuat.
• Penilaian -`kualitatif & kuantitatif 
• Hasilnya menjadi positif (+) dalam 2 minggu I setelah ulkus durum positif (+)Titer pada berbagai stadium :
• S I : Negatif / positif rendah sampai tinggi
• S II : Positif tinggi
• S III : Positif tinggi
• S kardiovaskular : Dapat non reaktif 
• Neurosifilis : Dapat non reaktif  Pengaruh  pengobatan terhadap kuantitas STS antara lain :S I : Bila Therapi sudah mulai  pd saat hasil STS non reaktif,

tetap non reaktif : Bila Therapi mulai pd saat hasil STS reaktif 

non reaktif  setelah 1½ tahunS II : Hasil STS akan (-) dalam waktu 2 tahun Laten dini : Hasil STS akan (-) dalam waktu 2 tahun

Laten lanjut : 20
 –  30 % kasus akan (-) dalam 5 tahun Sifilis lanjut : < 20
 –  30 % kasus akan (-) dalam 5 tahun False negative: Bs (+)
 – 1
 –  2 % S II, disebut Prozone reaction False positive : (+) akibat salah teknik, ps penyakit Treponema lain Tes Treponema Tes Treponema digolong 4 kelompok, yaitu :1. Tes Imobilisasi
• Treponema Pallidum Immobilization
(TPI)Tes Treponema yang  paling spesifik 
• Hasil  positif pada Treponematosis
• Kekurangannya
–        Rx lambat, baru (+) pd akhir stadium I,
–        Tidak dapat digunakan untuk menilai hasil pengobatan,
–        Teknik sulit dan
 –    Biayanya mahal2. Tes imuno fluoresensi
a. Fluorecent Treponemal Antibody Absorption Test 
(FTA-Abs)
• Tes ini paling sensitif (90 %), bisa untuk mendeteksi Ig G
• False (+) pada :
Keganasan  Anemia hemolitik Lupus eritematosus Sirosis hepatik 
 Rheumatoid arthritis Kehamilan SklerodermaInfeksi virus, vaksinia  Drug induced LE  Orang normal

II.9 Pengobatan

Obat pilihan untuk Therapi sifilis adalah Penisilin
• Tidak dianjurkan pemberian penisilin oral
• Prinsip Therapi sifilis adalah kadar obat harus dapat bertahan dalam serum selama 10
 – 14 hari u sifilis dini & lanjut, 21 hari untuk neurosifilis dan sifilis kardiovaskular.
• Kadar penisilin yg diperlukan cukup 0,03 unit/ml selama 10 – 14 hari
• Cara & dosis pemberian penisilin dalam kepustakaan masih berbeda. Dosis total yang dianjurkan :
• S I : 4,8 juta unit
• S II : 6 juta unit
• S III : 9 juta unit Dosis yang dianjurkan oleh WHO (1982 yaitu : Stadium dini (menular) : dosis total 30 gram/15 hari Stadium lanjut (tidak menular) : dosis total 60 gram/30 hari
Sebelum Therapi diberikan, harus pemeriksaan STS
Pemeriksaan STS ini diulang kembali setelah Therapi selesai
Pemeriksaan STS pasca Therapi dilakukan secara cermat 1, 3, 6, & 12 bulan sampai 2tahun setelah Therapi selesai
Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai hasil Therapi & kemungkinan adanya Therapi tidak adekuat atau adanya relaps penyakit.

BAB III PENUTUP 

A.KESIMPULAN

Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri
Treponema pallidum
, sangat kronis dan bersifat sistemik. Pada perjalanannya dapat menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dan dapat ditularkan dari ibu ke janin. Contohnya Gumma , gigi hutchinson dan snuffle nose merupakan salah satu dari manifestasi kelainan pada gigi dan mulut yang disebabkan oleh penyakit sifilis. T.pallidum penyebab sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang  yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada  bayinya selama masa kehamilan. Jadi Anda tidak dapat tertular oleh sifilis dari handuk, pegangan pintu atau tempat duduk WC.

Makalah Pengaruh Globalisasi Sosial Masyarakat Bogor

DAMPAK PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT BOGOR
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan






Disusun Oleh:
Nama : Muhammad Afdan Rojabi
Kelas : XII.IPA.1

SMA NEGRI SUKARAJA
Jln. Babakan Tumas Des. Cikeas Kec. Sukaraja Kab. Bogor PO BOX 16710






KATA PENGANTAR
          Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa Allah Swt. Karena berkat limpahan dan karunianya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik. Dalam makalah ini saya membahas dampak globalisasi terhadap aspek sosial masyarakat Bogor.
           Makalah ini saya susun atas berbagai sumber untuk membantu menyelesaikan makalah ini. Meskipun banyak sekali permasalahan dalam menyelesaikannya. Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat seperti teman-teman, guru-guru dan lebih khususnya kepada guru pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) ibu Ida Widianingsih S.Pd yang telah membingbing saya daalam menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari bahwa masih banyak kekeurangan yang mendasar pada makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini memberikan maanfaat kita sekalian. Amin.

                                                                                                     Bogor, 25 Desember 2013
                                                                                                              Salam Hormat,
                                                                                                                 Penyusun







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………..…………………………………....…...i
DAFTAR ISI ….……………………………………………………………………….............ii
BAB I PENDAHULUAN………………...………………………………..………………........1
1.1  LATAR BELAKANG……………….………………………………………….…....…....1
1.2  IDENTIFIKASI MASALAH…………………………………….…………………............3
1.3  RUMUSAN MASALAH……………….…………………….….….………………..........4
1.4  TUJUAN MAKALAH……………………………………………..….…..………….........5
BAB II PEMBAHASAN ………………………..……………….…………......…………........6
2.1  PENGERTIAN GLOBALISASI…………………………………….…………….............6
2.2  CIRI-CIRI GLOBALISASI …………………………………………………….….............7
2.3  DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT BOGOR…..............9
2.4  CARA MENGANTISIPASI PENGARUH GLOBALISASI.………..…… ………............11
BAB III  PENUTUP …………………………………………………………….….……….......12
3.1  KESIMPULAN ……………………………………………………………………............12
3.2  SARAN……………………………………………………………………………............13
DAFTAR PUSTAKA………………………………….………….………………………........14





BAB I PENDAHULUAN
1.1     LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan.
Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992).
Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rambut dan sebagainya.

1.2     IDENTIFIKASI MASALAH
Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang social ,misalnya:
-         Hilangnya nilai sosial budaya asli suatu daerah atau suatu Negara
-         Terjadinya pergeseran nilai-nilai dan norma sosial,
-         Menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme
-         Hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong
-         Kehilangan kepercayaan diri
-         Gaya hidup kebarat-baratan

1.3     RUMUSAN MASALAH
               1. Globalisasi dalam bidang Sosial?
               2. Bagaimana pengaruh positif dan negatif Globalisasi bidang Sosial di masyarakat Bogor?
               3. Bagaimana cara mengantisipasi pengaruh Globalisasi?

1.4    TUJUAN MAKALAH
         Dengan menulis karya tulis ini, diharapkan kita dapat mengetahui apa saja pengaruh positif dan negatif dari Globalisasi. Selain itu juga, diharapkan kita dapat mengambil sikap untuk menghadapi Globalisasi yang sudah melekat erat dan tidak dapat dihindarkan lagi.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1     PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.

2.2 CIRI-CIRI GLOBALISASI
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia.
  • Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  • Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan. Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan
  • Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
  • Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
  • Berkembangnya turisme dan pariwisata.
  • Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
  • Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
  • Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.

2.3     DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT BOGOR
Adanya globalisasi mampu membuat dunia tampak sempit, serta semakin bertambah globalnya berbagai nilai sosial budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Sehingga banyak memberi dampak, baik itu dampak yang positif maupun negatifnya. Diantaranya seperti Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang, menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD, berpenampilan orang-orang barat dan menumbuhnya rasa individualisme. Memang globalisasi juga memberi manfaat untuk umat manusia seperti ketika akan menghubungi seseorang kita harus bertemu dengan orang tersebut, tetapi sekarang dengan adanya pesawat telepon kita tidak perlu bertemu langsung cukup berbicara melalui telepon saja, para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
Untuk itu saya melakukan pengamatan guna mengetahui dampak sosial budaya apa saja yang telah berkembang khususnya di masyarakat bogor dan berdasarkan hasil pengamatan saya, sekarang sudah mulai terkena dampak positif maupun dampak negatif globalisasi dalam bersosial. Adapun dampak positif  globalisasinya, yaitu  masyarakat menjadi lebih mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, mudah melakukan komunikasi, cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi ), menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran, memacu untuk meningkatkan kualitas diri dan mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari nya. Sedangkan dampak negatif globalisasi yang tampak di masyarakat Bogor, yaitu banyaknya informasi yang tidak tersaring di masyarakat, perilaku konsumtif masyarakat semakin meningkat, membuat sikap masyarakat menutup diri karena adanya fasilitas yang canggih membuat enggan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga rasa kebersamaan banyak berkurang, masyarakat menjadi boros pengeluarannya karena sikap konsumtif serta meniru perilaku yang buruk dan mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain.

2.4 CARA MENGANTISIPASI PENGARUH GLOBALISASI
                  Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1)      Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2)      Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3)      Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4)      Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5)      Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

            Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. 




BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
1.      Globalisasi merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalamberbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
2.      Bahwa proses terjadinya globalisasi dalam aspek sosial terjadi dengan cara melalui media televise baik secara langsung maupun tidak langsung, sertamelalui interaksi yang terjadi dimasyarakat.
3.      Bahwa dampak yang ditimbulkan era globalisasi pada aspek sosial yaitu terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syaratdengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual, serta sifat ingin selalu instant pada diri seseorang.
4.      Bahwa penanggulangan pada dampak era globalisasi pada aspek sosial diantaranya diadakannya pembangunan kualitas manusia, pemberian life skill, memberikan sikap hidup yang global dan menumbuhkan wawasan, identitas rasional serta menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.

3.2    SARAN
        Saya harapkan semoga bagi yang membaca makalah ini dapat memahami apa yang dimaksud dengan Globalisasi serta ciri dan dampaknya bagi kehidupan kita semua. Sehingga kita tidak ikut tergerus oleh pergaulan-pergaulan yang tidak sesuai dengan nilai serta norma yang telah tertanam di dalam jiwa kita.
         Sedangkan saran saya kepada sekolah harus selalu sentiasa membingbing dan mengarahkan kepada kami sebagai murid kepada hal-hal yang baik, karena kami masih perlu dibina supaya tidak tergerus oleh pergaulan-pergaulan yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku serta telah tertanam dalam jiwa bangsa kita sebagai orang timur yang menjungjung tinggi rasa etika bertatakrama.



DAFTAR PUSTAKA